Tadi sore jam 3 ada sosialisasi masalah penjurusan di kampus. Semuanya jadi bingung bahkan ada yang kesal sebab penjelasan tentang pengertian kedua penjurusan itu di awal dan pada kelanjutannya jadi terbalik. Gue datang dengan telat 40 menit bersama 5 orang teman, lalu langsung mengambil bangku yang tersimpan di lemari. Setelah duduk, gue dengerin si Ibu Lia ngejelasin tentang Techno itu gimana, dan MM(Multimedia marketing) itu gimana. Apa-apa aja poin-poin perbedaannya.
Secara garis besar yang bisa gue ama temen-temen tangkap dan sepakati bersama adalah bahwa techno lebih ke membuat lapangan kerja baru. Orang yang bisa punya ide inovatif yang kira-kira bakal laku dijual ke pasaran nantinya itu lebih cocok masuk ke Techno. Dan satu lagi, orang Techno itu juga harus jago manajemen. Makanya katanya bakal dibekalin ama mata kuliah manajemen yang lebih banyak daripada anak MM.
MM itu lebih menjurus ke desainer sejati. Jadi kalo lo jago ngembangin desain yang ide-nya udah tersedia (dari anak Techno) maka lo cocok di MM.
Dua-duanya punya kelebihannya masing-masing.
Techno: Bisa jadi bos dari usaha rintisan sendiri. Lebih punya jiwa bisnis, yang dibekali dengan pengetahuan dan skill desain. Jadi lebih ke membuat bisnis desain yang inovatif.
MM: Lebih ke pengembangan desain yang telah ada. Lebih ke mendesain. Tapi ga dibekali sama pengetahuan manajemen.
Jadi, orang Techno memepekerjakan orang MM. Silakan pilih penjurusan yang lebih cocok untuk Anda (yang kuliah di kampus yang sama dengan saya). Tapi, untuk yang tidak, tapi juga kuliah di bidang desain, dari artikel saya ini bisa ditarik kesimpulan bahwa seorang desainer bisa memilih dua alternatif dalam dunia kerja. Yaitu dipekerjakan, atau membuat usaha/bisnis sendiri berbasis desain. Contohnya usaha butik, Distro, atau merchandise, dll. Lagipula, jika telah berlatarbelakang pendidikan desain, maka untuk memasarkan produk Anda maka Anda sudah tak memerlukan desainer lagi. Anda bisa mendesain pamflet Anda sendiri, bisa mendesain banner, iklan flash, logo produk Anda sendiri, dan lain sebagainya.
Iklan
Kamis, 23 Juni 2011
hubungan tipografi dengan kesuksesan bisnis
Usaha Clothing yang menarik = Pilihan font yang menarik
Pada zaman sekarang sudah banyak distro dan juga usaha-usaha pembuatan baju, spanduk, jaket, kemeja, dan lain-lain. Dengan maraknya usaha seperti itu maka persaingan pun akan semakin ketat. Bagaimana caranya agar usaha kita tetap eksis di kalangan masyarakat walaupun kita memiliki banyak pesaing? Ya, mungkin kalian berpikir tentunya dengan menghasilkan kualitas yang bagus dan juga dengan strategi harga yang terjangkau sehingga orang-orang akan tertarik pada produk kita. Namun, jangan lupakan bahwa konsumen akan membeli produk clothing kita hanya jika mereka tertarik untuk masuk ke dalam toko clothing kita. Kenapa? Alasannya mudah, karena jika mereka tak pernah masuk ke dalam toko, maka bagaimana mereka bisa tahu kualitas produk kita? Nah, untuk menarik perhatian para konsumen pada ‘pandangan pertama’ maka diperlukan suatu alat untuk itu. Alat itu adalah reklame. Reklame yang menarik akan lebih mengundang perhatian untuk disorot oleh mata. Komposisi, warna, pilihan dan ukuran font, layout/background, efek pada huruf, semua hal itu menjadi faktor yang mempengaruhi bagusnya suatu reklame. Jika pandangan pertama konsumen sudah merasa puas maka konsumen tentu akan berdatangan dengan sendirinya.
Pada zaman sekarang sudah banyak distro dan juga usaha-usaha pembuatan baju, spanduk, jaket, kemeja, dan lain-lain. Dengan maraknya usaha seperti itu maka persaingan pun akan semakin ketat. Bagaimana caranya agar usaha kita tetap eksis di kalangan masyarakat walaupun kita memiliki banyak pesaing? Ya, mungkin kalian berpikir tentunya dengan menghasilkan kualitas yang bagus dan juga dengan strategi harga yang terjangkau sehingga orang-orang akan tertarik pada produk kita. Namun, jangan lupakan bahwa konsumen akan membeli produk clothing kita hanya jika mereka tertarik untuk masuk ke dalam toko clothing kita. Kenapa? Alasannya mudah, karena jika mereka tak pernah masuk ke dalam toko, maka bagaimana mereka bisa tahu kualitas produk kita? Nah, untuk menarik perhatian para konsumen pada ‘pandangan pertama’ maka diperlukan suatu alat untuk itu. Alat itu adalah reklame. Reklame yang menarik akan lebih mengundang perhatian untuk disorot oleh mata. Komposisi, warna, pilihan dan ukuran font, layout/background, efek pada huruf, semua hal itu menjadi faktor yang mempengaruhi bagusnya suatu reklame. Jika pandangan pertama konsumen sudah merasa puas maka konsumen tentu akan berdatangan dengan sendirinya.
Selasa, 21 Juni 2011
We see the world as we are
When I just entered my college, firstly I wanted to change my attitude. I was a childish person who loved to laugh and to make foolish actions just so that my friends could laugh. I was like degrading myself just to be accepted by my friends. Because of my friendship background that wasn't really good. In fact, I was like a literally lonely person, had no friend, almost, at all. I didn't realize how bad my situation was. And it took about 9 months maybe to make me realize that I was literally lonely and unfriended. It was my worst nightmare when I literally woke up.
By the way, I'm not gonna tell y'all about my dark times. I just want to share something new that I just realize. I want to say that WE SEE THE WORLD AS WE ARE. Why? Because how we see others is the same as we see ourselves. For example, we see that everybody are nice people. So, then act nice to them all too. Because we think that they are always nice to us. Why we can't be nice to them too, right? So, automatically, we're gonna be acting nice to them too for our reaction. And as well we act nice to them, they are going to think that we are a nice person. So, the "circle" or we can call it a chain of reaction or KARMA can be explained with that analogy.
But, look at the other side. When we see others arrogantly, for example we see all people are stupid, then we are going to act as if we are talking (when we talk to people) to a more stupid person. Then, we are going to degrade our vocabulary and logics. Because we think "if I do my best chat, he/she wouldn't understand". And so, people who actually are not that stupid are going to think that we are stupid because the way we talked before. Or, if we think that others have low sense of humour, then we are going to think that they are not going to understand our jokes, so we degrade our jokes, and then the process will happen again.
But, if we think that everybody are clever, high motivated, grown up, funny, nice, they will really become or at least they are going to be looked in our eyes like that. Because we are going to treat them as if they are really like that. And then they are going to treat us like that too for exchange.
What Islam has been teaching to their believers are a lot including to "PREJUDICE GOOD". That's why we shouldn't be an arrogant. What does arrogancy means? Prophet Muhammad SAW said, "Arrogancy is not believing at right THING (believing Allah SWT) and underestimating others". It makes sense, by the explanation above, arrogancy just make us being underestimated too, because we underestimate others.
KARMA really happens. And after all, we are here on earth to pray to God, to be a good soul. Follow the right and leaving the bad and believing the stories.
By the way, I'm not gonna tell y'all about my dark times. I just want to share something new that I just realize. I want to say that WE SEE THE WORLD AS WE ARE. Why? Because how we see others is the same as we see ourselves. For example, we see that everybody are nice people. So, then act nice to them all too. Because we think that they are always nice to us. Why we can't be nice to them too, right? So, automatically, we're gonna be acting nice to them too for our reaction. And as well we act nice to them, they are going to think that we are a nice person. So, the "circle" or we can call it a chain of reaction or KARMA can be explained with that analogy.
But, look at the other side. When we see others arrogantly, for example we see all people are stupid, then we are going to act as if we are talking (when we talk to people) to a more stupid person. Then, we are going to degrade our vocabulary and logics. Because we think "if I do my best chat, he/she wouldn't understand". And so, people who actually are not that stupid are going to think that we are stupid because the way we talked before. Or, if we think that others have low sense of humour, then we are going to think that they are not going to understand our jokes, so we degrade our jokes, and then the process will happen again.
But, if we think that everybody are clever, high motivated, grown up, funny, nice, they will really become or at least they are going to be looked in our eyes like that. Because we are going to treat them as if they are really like that. And then they are going to treat us like that too for exchange.
What Islam has been teaching to their believers are a lot including to "PREJUDICE GOOD". That's why we shouldn't be an arrogant. What does arrogancy means? Prophet Muhammad SAW said, "Arrogancy is not believing at right THING (believing Allah SWT) and underestimating others". It makes sense, by the explanation above, arrogancy just make us being underestimated too, because we underestimate others.
KARMA really happens. And after all, we are here on earth to pray to God, to be a good soul. Follow the right and leaving the bad and believing the stories.
Pemerataan Segala Bidang di Indonesia
Sudah menjadi hal yang umum pembahasan mengenai pemerataan penduduk, pemerataan pembangunan, dan pemerataan pendidikan di Indonesia. Namun hingga kini apakah sudah terealisasi? Tolong, kepada para pejabat negara untuk tidak korupsi. Hal itu saja sangat membantu untuk merealisasikan negara kita untuk menjadi negara maju yang diimpikan oleh semua negara berkembang, seperti contohnya Indonesia kita ini.
1. Pembangunan sarana
Sarana yang saya maksudkan disini bukanlah hanya sarana pendidikan, namun sarana olahraga, rekreasi, atau sekedar tempat untuk bersantai, taman kota, tempat bermain anak-anak dengan bak pasir dan seluncuran di tengah kota, sarana jalan sepeda, trotoar yang banyak, tempat sampah kota, dan sarana pendidikan.
Sarana olahraga seperti skate boarding, roller blading, bola basket, sepak bola, base ball, bowling, catur, dan masih banyak yang lainnya saya kira tidak terdapat di semua kota di Indonesia. Saya berasal dari Samarinda,Kalimantan Timur, dan disana tidak ada lapangan base ball. Yang saya inginkan, semua jenis olahraga ini dibangun. Tidak hanya dibangun di Gedung Olahraga yang merupakan tempat untuk para atlit, namun dibangunkan lagi di tempat berbeda yang mana setiap warga sipil bisa merasakan fasilitas ini. Mungkin nanti akan didirikan sebuah organisasi yang mengatur kinerja izin pemakaian lapangan. Dan mungkin setiap hari tertentu dalam seminggu diberi hari bebas untuk semua orang untuk memakai lapangan tersebut sepuasnya sejak pagi hari. Jadi, para atlit tidak akan terganggu oleh aktivitas warga sipil yang juga ingin hidup sehat. Dengan begitu semua warga negara bisa hidup sehat, resiko kematian oleh penyakit bisa ditekan, dan kebahagiaan warga negara bisa meningkat karena mempunyai sarana beraktivitas dan bersosialisasi.
Sarana kedua adalah sarana hiburan. Menurut saya pemerintah kota seharusnya sering mengadakan festival-festival. Kita lihat di negara barat banyak terdapat festival-festival yang diadakan sepanjang tahun. Di Kiel, suatu ibukota negara bagian Schleswig-Holstein, Jerman pada era tahun 90-an paling tidak ketika musim panas mengadakan acara-acara yang meriah. Banyak warga yang berpartisipasi. Acaranya berupa hiburan untuk dilihat, contoh: orang yang berjalan diatas tongkat panjang sekitar 2 meter. Benar-benar tinggi! :D Dan hiburan untuk anak-anak, contoh: ada sebuah tempat bermain yang sangat besar yang terbuat dari karet, dan diisi oleh udara di dalamnya, jadi anak-anak melompat-lompat di atas karet tersebut. Dan bentuk karet itupun unik, tidak hanya persegi panjang atau bulat namun memiliki terowongan dan sebagainya. Seperti arena bermain yang sangat mengasyikkan. Dan masih banyak lagi arena bermain untuk anak-anak yag lainnya, yang dibuat khusus oleh warga sendiri. Lalu si pembuat arena tersebut bisa meminta upah atas sarana bermain yang telah ia sediakan.
Contoh lain di Spanyol, dengan festival matadornya. Festival-festival seperti ini mungkin tidak perlu sering-sering, mungkin setengah tahun sekali saja sudah bagus, namun seluruh aktivitas kota, dan bahkan pegawai negeri diliburkan, sehingga ada rasa keakraban di dalam kota. Bisa keluar bersama keuarga dan teman-teman ke tempat semua orang akan berkumpul adalah hal yang luar biasa untuk dirasakan! :D
Selama saya tinggal di Indonesia belum pernah saya mengalami suatu festival kota yang direncanakan dengan tujuan menghibur, paling-paling acara manggung band, dan sebagainya.
Sarana transportasi menjadi hal yang krusial terutama di daerah perkotaan. Karena semua orang sibuk melakukan berbagai kegiatan, kerjaan, dan sebagainya yang tempatnya tidak selalu berada di rumah. Seorang supir truk harus mengangkut muatannya, seorang ayah bekerja di kantor yang jauh dari rumah, bahkan ada yang di luar kotanya, seorang pelajar yang pergi ke sekolah yang jauh dari rumah, dan lain sebagainya. Semua itu bila tidak diimbangi oleh lancarnya saran transportasi akan membuat kota dalam keadaan macet. Sarana transportasi saya bedakan menjadi dua hal, yaitu :
1. Jalan transportasi;
Semua kendaraan punya kecepatan nya masing-masing. Oleh karena itu pengguna sepeda tidak bisa berada di tengah-tengah jalan raya bersama sepeda motor dan mobil. Karena beresiko akan tertabrak. Makanya, jalan raya yang khusus bagi kendaraan tertentu, bahkan untuk pejalan kaki harus dibuat sebaik dan serapih mungkin. Agar semua penduduk dari golongan ekonomi apapun dan yang sedang mengendarai kendaraan apapun dapat merasakan nikmat di kotanya.
Bayangkan bila tidak ada jalanan untuk sepeda, maka penduduk akan malas untuk mengendarai sepeda karena jalan raya yang tidak mendukung. Mereka akan susah untuk berkendaraan, padahal kita tahu bahwa pemanasan global dan polusi yang ada di kota-kota besar terutamanya, sudah parah. Sewaktu saya di Jakarta, saya sedang berada di sebuah hotel. Dari lantai yang tinggi saya lihat kabut asap diatas kota Jakarta berdiam.
2. Kendaraan umum;
Di Inggris terdapat bus kota bertingkat, yang tentunya menghemat tempat di jalan raya yang semakin hari semakin padat oleh kendaraan. Sehingga dapat mengurangi kemacetan. Apabila Indonesia menerapkan hal tersebut saya kira angkot-angkot yang banyak yang tentunya lebih boros tempat di jalan raya akan bisa dikurangi. Angkot di Indonesia itu seenaknya saja berhenti, membuat kemacetan, dan terkadang suka minggir ke kiri secara mendadak. Pemerintah seharusnya membuat halte angkot agar jalan raya lebih terorganisir.
Selain itu, dengan meningkatnya kendaraan umum, maka kendaraan pribadi dapat ditekan jumlahnya. Karena penduduk akan merasa tidak terlalu memerlukan kendaraan pribadi, karena dengan kendaraan umum pun mereka bisa bepergian dengan aman, dan cepat. Lagipula jadi tidak usah mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli sebuah kendaraan kan?
2. Pembangunan Pendidikan
1. Pembangunan sarana
Sarana yang saya maksudkan disini bukanlah hanya sarana pendidikan, namun sarana olahraga, rekreasi, atau sekedar tempat untuk bersantai, taman kota, tempat bermain anak-anak dengan bak pasir dan seluncuran di tengah kota, sarana jalan sepeda, trotoar yang banyak, tempat sampah kota, dan sarana pendidikan.
Sarana olahraga seperti skate boarding, roller blading, bola basket, sepak bola, base ball, bowling, catur, dan masih banyak yang lainnya saya kira tidak terdapat di semua kota di Indonesia. Saya berasal dari Samarinda,Kalimantan Timur, dan disana tidak ada lapangan base ball. Yang saya inginkan, semua jenis olahraga ini dibangun. Tidak hanya dibangun di Gedung Olahraga yang merupakan tempat untuk para atlit, namun dibangunkan lagi di tempat berbeda yang mana setiap warga sipil bisa merasakan fasilitas ini. Mungkin nanti akan didirikan sebuah organisasi yang mengatur kinerja izin pemakaian lapangan. Dan mungkin setiap hari tertentu dalam seminggu diberi hari bebas untuk semua orang untuk memakai lapangan tersebut sepuasnya sejak pagi hari. Jadi, para atlit tidak akan terganggu oleh aktivitas warga sipil yang juga ingin hidup sehat. Dengan begitu semua warga negara bisa hidup sehat, resiko kematian oleh penyakit bisa ditekan, dan kebahagiaan warga negara bisa meningkat karena mempunyai sarana beraktivitas dan bersosialisasi.
Sarana kedua adalah sarana hiburan. Menurut saya pemerintah kota seharusnya sering mengadakan festival-festival. Kita lihat di negara barat banyak terdapat festival-festival yang diadakan sepanjang tahun. Di Kiel, suatu ibukota negara bagian Schleswig-Holstein, Jerman pada era tahun 90-an paling tidak ketika musim panas mengadakan acara-acara yang meriah. Banyak warga yang berpartisipasi. Acaranya berupa hiburan untuk dilihat, contoh: orang yang berjalan diatas tongkat panjang sekitar 2 meter. Benar-benar tinggi! :D Dan hiburan untuk anak-anak, contoh: ada sebuah tempat bermain yang sangat besar yang terbuat dari karet, dan diisi oleh udara di dalamnya, jadi anak-anak melompat-lompat di atas karet tersebut. Dan bentuk karet itupun unik, tidak hanya persegi panjang atau bulat namun memiliki terowongan dan sebagainya. Seperti arena bermain yang sangat mengasyikkan. Dan masih banyak lagi arena bermain untuk anak-anak yag lainnya, yang dibuat khusus oleh warga sendiri. Lalu si pembuat arena tersebut bisa meminta upah atas sarana bermain yang telah ia sediakan.
Contoh lain di Spanyol, dengan festival matadornya. Festival-festival seperti ini mungkin tidak perlu sering-sering, mungkin setengah tahun sekali saja sudah bagus, namun seluruh aktivitas kota, dan bahkan pegawai negeri diliburkan, sehingga ada rasa keakraban di dalam kota. Bisa keluar bersama keuarga dan teman-teman ke tempat semua orang akan berkumpul adalah hal yang luar biasa untuk dirasakan! :D
Selama saya tinggal di Indonesia belum pernah saya mengalami suatu festival kota yang direncanakan dengan tujuan menghibur, paling-paling acara manggung band, dan sebagainya.
Sarana transportasi menjadi hal yang krusial terutama di daerah perkotaan. Karena semua orang sibuk melakukan berbagai kegiatan, kerjaan, dan sebagainya yang tempatnya tidak selalu berada di rumah. Seorang supir truk harus mengangkut muatannya, seorang ayah bekerja di kantor yang jauh dari rumah, bahkan ada yang di luar kotanya, seorang pelajar yang pergi ke sekolah yang jauh dari rumah, dan lain sebagainya. Semua itu bila tidak diimbangi oleh lancarnya saran transportasi akan membuat kota dalam keadaan macet. Sarana transportasi saya bedakan menjadi dua hal, yaitu :
1. Jalan transportasi;
Semua kendaraan punya kecepatan nya masing-masing. Oleh karena itu pengguna sepeda tidak bisa berada di tengah-tengah jalan raya bersama sepeda motor dan mobil. Karena beresiko akan tertabrak. Makanya, jalan raya yang khusus bagi kendaraan tertentu, bahkan untuk pejalan kaki harus dibuat sebaik dan serapih mungkin. Agar semua penduduk dari golongan ekonomi apapun dan yang sedang mengendarai kendaraan apapun dapat merasakan nikmat di kotanya.
Bayangkan bila tidak ada jalanan untuk sepeda, maka penduduk akan malas untuk mengendarai sepeda karena jalan raya yang tidak mendukung. Mereka akan susah untuk berkendaraan, padahal kita tahu bahwa pemanasan global dan polusi yang ada di kota-kota besar terutamanya, sudah parah. Sewaktu saya di Jakarta, saya sedang berada di sebuah hotel. Dari lantai yang tinggi saya lihat kabut asap diatas kota Jakarta berdiam.
2. Kendaraan umum;
Di Inggris terdapat bus kota bertingkat, yang tentunya menghemat tempat di jalan raya yang semakin hari semakin padat oleh kendaraan. Sehingga dapat mengurangi kemacetan. Apabila Indonesia menerapkan hal tersebut saya kira angkot-angkot yang banyak yang tentunya lebih boros tempat di jalan raya akan bisa dikurangi. Angkot di Indonesia itu seenaknya saja berhenti, membuat kemacetan, dan terkadang suka minggir ke kiri secara mendadak. Pemerintah seharusnya membuat halte angkot agar jalan raya lebih terorganisir.
Selain itu, dengan meningkatnya kendaraan umum, maka kendaraan pribadi dapat ditekan jumlahnya. Karena penduduk akan merasa tidak terlalu memerlukan kendaraan pribadi, karena dengan kendaraan umum pun mereka bisa bepergian dengan aman, dan cepat. Lagipula jadi tidak usah mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli sebuah kendaraan kan?
2. Pembangunan Pendidikan
Saya pikir pemerintah telah merespon masalah pendidikan ini dengan peduli. Tapi, tetap saja masih ada sekolah-sekolah yang masih jelek, dari segi gedung misalnya.
Untuk olimpiade tingkat internasional boleh dikata kita sudah baik. Tingkat kesukaran pelajaran di negara kita sudah cukup sulit. Tapi ada hal yang kurang di dalam sistem pendidikan kita. Menurut saya itu adalah pelajaran praktek. Seperti yang pernah saya jelaskan di post saya sebelumnya, bahwa pelajaran praktek sejak dini itu penting bagi mental maupun skill untuk ke depan. Karena, kita tak akan bisa bertahan hidup dari menghitung kecepatan sebuah benda, tapi kita bisa membuat uang dengan cara menjual mainan berbasis ilmu fisika yang dibuat sendiri.
Apa Negara Ini (Indonesia) Terdiri dari 37 Negara Bagian?
Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari banyak daerah (provinsi). Setiap provinsi punya otonomi daerahnya masing-masing. Yang mengatur tentang kebijakan-kebijakan keuangan, pembangunan, pendidikan, dan macam-macam.
Dengan pengaturan otonomi daerah seperti itu, secara fakta terlihat bahwa ada daerah yang berkembang dengan pesat, dan ada daerah yang terbelakang. Pembangunan yang tidak merata ini berlaku di Negara Indonesia kita ini. Contoh saja kota Samarinda, Kalimantan Timur. Katanya Ibukota, tapi kotanya kalah indah dengan kota Balikpapan. Apa yang telah dilakukan selama bertahun-tahun belakangan ini? Jalan raya yang ditambal, beberapa bulan kemudian akan menampakkan lubangnya lagi.. dan kemudian ditambal lagi. Pemborosan.
Sekarang, mari kita bandingkan dengan kota Metropolitan kebanggan Republik Indonesia ini, Jakarta. Di Jakarta, segala jenis angkutan umum ada. Saking banyaknya malahan sampai kota itu sering dilanda kemacetan lalu lintas. Di Samarinda? Oooh.. Bus pun tidak ada. Memang penduduknya sedikit. Tapi, saya kira dengan perbedaan fasilitas seperti ini akan menimbulkan suatu gap / kesenjangan sosial. Yang mana satu pihak akan merasa daerah/kotanya lebih hebat dari daerah/kota lain. Taman hiburan juga tidak adil. Di Pulau Kalimantan mana bisa kita menjumpai wahana sebagus yang ada di Pulau Jawa. Apakah Indonesia ini untuk penduduk Pulau Jawa saja? Jangan lupa minyak mentah unutk bahan bakar PLN kita, Kalimantan juga ikut menyumbang untuk itu, untuk konsumsi listrik kita semua.
Saya harap pemerintah dapat lebih peduli terhadap perkembangan semua daerah. Jadi, walaupun ada otonomi daerah, tapi daerah yang satu peduli terhadap daerah yang lainnya. Dengan memberikan kritik, bantuan, atau hal-hal yang lainnya. Semuanya dengan tujuan saling mendukung. Jika suasana positif saling dukung-mendukung itu tercipta, hanya tinggal masalah waktu saja sehingga Indonesia akan jadi Negara maju.
Dengan pengaturan otonomi daerah seperti itu, secara fakta terlihat bahwa ada daerah yang berkembang dengan pesat, dan ada daerah yang terbelakang. Pembangunan yang tidak merata ini berlaku di Negara Indonesia kita ini. Contoh saja kota Samarinda, Kalimantan Timur. Katanya Ibukota, tapi kotanya kalah indah dengan kota Balikpapan. Apa yang telah dilakukan selama bertahun-tahun belakangan ini? Jalan raya yang ditambal, beberapa bulan kemudian akan menampakkan lubangnya lagi.. dan kemudian ditambal lagi. Pemborosan.
Sekarang, mari kita bandingkan dengan kota Metropolitan kebanggan Republik Indonesia ini, Jakarta. Di Jakarta, segala jenis angkutan umum ada. Saking banyaknya malahan sampai kota itu sering dilanda kemacetan lalu lintas. Di Samarinda? Oooh.. Bus pun tidak ada. Memang penduduknya sedikit. Tapi, saya kira dengan perbedaan fasilitas seperti ini akan menimbulkan suatu gap / kesenjangan sosial. Yang mana satu pihak akan merasa daerah/kotanya lebih hebat dari daerah/kota lain. Taman hiburan juga tidak adil. Di Pulau Kalimantan mana bisa kita menjumpai wahana sebagus yang ada di Pulau Jawa. Apakah Indonesia ini untuk penduduk Pulau Jawa saja? Jangan lupa minyak mentah unutk bahan bakar PLN kita, Kalimantan juga ikut menyumbang untuk itu, untuk konsumsi listrik kita semua.
Saya harap pemerintah dapat lebih peduli terhadap perkembangan semua daerah. Jadi, walaupun ada otonomi daerah, tapi daerah yang satu peduli terhadap daerah yang lainnya. Dengan memberikan kritik, bantuan, atau hal-hal yang lainnya. Semuanya dengan tujuan saling mendukung. Jika suasana positif saling dukung-mendukung itu tercipta, hanya tinggal masalah waktu saja sehingga Indonesia akan jadi Negara maju.
Sabtu, 18 Juni 2011
Anger Management Techniques
Anger is one of the most common and destructive delusions, and it afflicts our mind almost every day. To solve the problem of anger we first need to recognize the anger within our mind, acknowledge how it harms both ourself and others, and appreciate the benefits of being patient in the face of difficulties. We then need to apply practical methods in our daily life to reduce our anger and finally to prevent it from arising at all.
This explanation of how to overcome our anger through practising patience is based on Guide to the Bodhisattva’s Way of Life, the famous poem by the great Buddhist Master Shantideva. Though composed over a thousand years ago, this is one of the clearest and most powerful explanations of the subject ever written, and is just as relevant today as it was then.
Patient acceptance not only helps us, it also helps those with whom we are patient. Being accepted feels very different to being judged. When someone feels judged they automatically become tight and defensive, but when they feel accepted they can relax, and this allows their good qualities to come to the surface. Patience always solves our inner problems, but often it solves problems between people as well.
What is anger?
Anger is a deluded mind that focuses on an animate or inanimate object, feels it to be unattractive, exaggerates its bad qualities, and wishes to harm it. For example, when we are angry with our partner, at that moment he or she appears to us as unattractive or unpleasant. We then exaggerate his bad qualities by focusing only on those aspects that irritate us and ignoring all his good qualities and kindness, until we have built up a mental image of an intrinsically faulty person. We then wish to harm him in some way, probably by criticizing or disparaging him.Because it is based on an exaggeration, anger is an unrealistic mind; the intrinsically faulty person or thing that it focuses on does not in fact exist. Moreover, as we shall see, anger is also an extremely destructive mind that serves no useful purpose whatsoever. Having understood the nature and disadvantages of anger, we then need to watch our mind carefully at all times in order to recognize it whenever it begins to arise.Because it is based on an exaggeration, anger is an unrealistic mind
This explanation of how to overcome our anger through practising patience is based on Guide to the Bodhisattva’s Way of Life, the famous poem by the great Buddhist Master Shantideva. Though composed over a thousand years ago, this is one of the clearest and most powerful explanations of the subject ever written, and is just as relevant today as it was then.
There are three kinds of situation in which we need to learn to be patient:
- When we are experiencing suffering, hardship, or disappointment
- When we are practising Dharma
- When we are harmed or criticized by others
Correspondingly, there are three types of patience:
- The patience of voluntarily accepting suffering,
- The patience of definitely thinking about Dharma
- The patience of not retaliating
Controlling Anger
Benefits of Patience
In reality most of our emotional problems are nothing more than a failure to accept things as they are – in which case it is patient acceptance, rather than attempting to change externals, that is the solution. For example, many of our relationship problems arise because we do not accept our partner as he or she is. In these cases the solution is not to change our partner into what we would like him to be, but to accept him fully as he is. There are many levels of acceptance. Perhaps we already try to tolerate our partner’s idiosyncrasies, refrain from criticizing him or her, and go along with his wishes most of the time; but have we in the depths of our heart given up judging him? Are we completely free from resentment and blaming? Is there not still a subtle thought that he ought to be different from the way he is? True patience involves letting go of all these thoughts.Many of our relationship problems arise because we do not accept our partner as he or she is. In these cases the solution is to accept him fully as he is.
Accepting Others
Once we fully accept other people as they are without the slightest judgement or reservation – as all the enlightened beings accept us – then there is no basis for problems in our relations with others. Problems do not exist outside our mind, so when we stop seeing other people as problems they stop being problems. The person who is a problem to a non-accepting mind does not exist in the calm, clear space of patient acceptance.Patient acceptance not only helps us, it also helps those with whom we are patient. Being accepted feels very different to being judged. When someone feels judged they automatically become tight and defensive, but when they feel accepted they can relax, and this allows their good qualities to come to the surface. Patience always solves our inner problems, but often it solves problems between people as well.
Jewish Quotes
1.
"Rejoice not at thine enemy's fall"--but don't rush to pick his up, either.
2.
A bird that you set free may be caught again, but a word that escapes your lips will not return.
3.
A cheerful heart is good medicine, but a crushed spirit dries up the bones.
4.
A friend you have to buy; enemies you get for nothing.
5.
A good son-in-law is like the acquisition of a new son; a bad one is like the loss of your daughter.
6.
A half-truth is a whole lie.
7.
A mother understands what a child does not say.
8.
A person worries about the past, distresses about the present, and fears the future.
9.
A pessimist, confronted with two bad choices, chooses both.
10.
A slave shows his true character, not while he is enslaved but when he becomes a master.
11.
Against stupidity; God Himself is helpless.
12.
All things grow with time -- except grief.
13.
Among those who stand, do not sit; among those who sit, do not stand. Among those who laugh, do not weep; among those who weep, do not laugh.
14.
Anyone who teases you loves you.
15.
As he thinks in his heart, so he is.
16.
As you do, so will be done to you.
17.
As you teach, you learn.
18.
Ask about your neighbors, then buy the house.
19.
Be sure to send a lazy man for the angel of death.
20.
Be the day weary or be the day long, at last it ringeth to evensong.
21.
Beware of the person who gives you advice according to his own interests.
22.
Charity is the spice of riches.
23.
Commit a sin twice and it will not seem a crime.
24.
Do not ask questions of fairy tales.
25.
Do not be wise in words - be wise in deeds.
26.
Do not make yourself so big, you are not so small.
27.
Do not meet troubles half-way.
28.
Don't approach a goat from the front, a horse from the back, or a fool from any side.
29.
Don't ask questions of fairy tales.
30.
Don't be sweet, lest you be eaten up; don't be bitter, lest you be spewed out.
31.
Don't be too sweet lest you be eaten up; don't be too bitter lest you be spewed out.
32.
Don't be too sweet, or else you will be eaten up; but don't be too bitter, or else you will be spitted out.
33.
Don't live in a town where there are no doctors.
34.
Don't look a gift horse in the mouth.
35.
Don't look for more honor than your learning merits.
36.
Don't make a fence more expensive or more important than what it is fencing.
37.
Don't make a mountain out of a molehill.
38.
Don't make a toil of pleasure.
39.
Don't open a shop unless you know how to smile.
40.
Don't pick a wasp out of a cream-jug.
41.
Don't sell the sun to buy a candle.
42.
Don't trust someone who tells you all of his troubles and keeps you from all of his joys.
43.
Even the most expensive clock still shows sixty minutes in every hour.
44.
First improve yourself, and then judge others.
45.
First learn, and then form opinions.
46.
First mend yourself, and then mend others.
47.
God could not be everywhere and therefore he made mothers.
48.
God couldn't be everywhere, so he created mothers.
49.
God gives burdens also shoulders.
50.
God is closest to those with broken hearts.
51.
He that can't endure the bad, will not live to see the good.
52.
He that does not bring up his son to some honest calling and employment, brings him up to be a thief.
53.
He who prays for his neighbor will be heard for himself.
54.
He who puts up with insult invites injury.
55.
Hospitality is one form of worship.
56.
I felt sorry for myself because I had no shoes -- until I met a man who had no feet.
57.
Ideas are something that usually comes like fireman- too late.
58.
If charity cost nothing, the world would be full of philanthropists.
59.
If God lived on earth, people would break his windows.
60.
If not for fear, sin would be sweet.
61.
If the rich could hire someone else to die for them, the poor would make a wonderful living.
62.
If the rich could hire the poor to die for them, the poor would make a very nice living.
63.
If there is bitterness in the heart, sugar in the mouth won't make life sweeter.
64.
If you can't go over, you must go under.
65.
If you don't aspire to great things, you won't attain small things.
66.
If you have money, men think you are wise, handsome, and able to sing like a bird.
67.
If you lie on the ground, you cannot fall.
68.
In a restaurant choose a table near a waiter.
69.
In choosing a friend, go up a step.
70.
It is easier to guard a sack full of fleas than a girl in love.
71.
Let your ears hear what your mouth says.
72.
Life is the biggest bargain. We get it for nothing.
73.
Locks keep out only the honest.
74.
Loneliness breaks the spirit.
75.
Look for the good, not the evil, in the conduct of members of the family.
76.
Loose tongues are worse than wicked hands.
77.
Make sure to be in with your equals if you're going to fall out with your superiors.
78.
Make sure to send a lazy man for the Angel of Death.
79.
Make sure to send a lazy man the angel of death.
80.
Never trust people who tell you all their troubles but keep from you all their joys.
81.
Never trust the man who tells you all his troubles but keeps from you all his joys.
82.
No one is as deaf as the man who will not listen.
83.
One mother achieves more than a hundred teachers.
84.
One of life's greatest mysteries is how the boy who wasn't good enough to marry your daughter can be the father of the smartest grandchild in the world.
85.
Only love gives us the taste of eternity.
86.
People are like grass in the field: some blossom, some wither.
87.
People make plans and God laughs.
88.
Pray that you will never have to bear all that you are able to endure.
89.
Prepare your proof before you argue.
90.
Pride is the mask of one's own faults.
91.
Pride joined with many virtues chokes them all.
92.
Pride that dined with vanity supped with poverty.
93.
Sympathy doesn't provide food, but it makes hunger more endurable.
94.
Sympathy doesn't provide food, but it makes hunger more endurable.
95.
Sympathy is a little medicine to soothe the ache in another's heart.
96.
Teach your tongue to say "I don't know" instead of to make up something.
97.
The good fellow to everyone is a good friend to no one.
98.
The innkeeper loves a drunkard, but not for a son-in-law.
99.
The man who gives little with a smile gives more than the man who gives much with a frown.
100.
The only truly dead are those who have been forgotten.
101.
The person who only accepts friends without faults will never have any real friends.
102.
The poor fool is a man who falls on his back and breaks his nose.
103.
The rich man carries God in his pocket, the poor man in his heart.
104.
The righteous say little and do much.
105.
There is no book that contains absolutely nothing bad, and there is no book that contains absolutely nothing good.
106.
Truth is the safest lie.
107.
What one has, one doesn't want, and what one wants, one doesn't have.
108.
What soap is for the body, tears are for the soul.
109.
What you don't see with your eyes, don't witness with your mouth.
110.
What you give for the cause of charity in health is gold; what you give in sickness is silver; what you give after death is lead.
111.
When a father gives to his son, both laugh; when a son gives to his father, both cry.
112.
When a father helps a son, both smile; but when a son must help his father, both cry.
113.
When a habit begins to cost money, it's called a hobby.
114.
When con men meet a legitimately honest man, they are so bewildered that they consider him a greater con man than themselves.
115.
When two divorced people marry, four people get into bed.
116.
When you have no choice, mobilize the spirit of courage.
117.
When you open a door, don't forget to close it. Treat your mouth accordingly.
118.
Where two Jews, three opinions.
119.
Who finds a faithful friend, finds a treasure.
120.
Whoever does not try, does not learn.
121.
Whoever enjoys his life is doing the Creator's will.
122.
With money in your pocket, you are wise, and you are handsome, and you sing well too.
123.
Worries go down better with soup than without.
124.
You can't force anyone to love you or lend you money.
125.
You don't need intelligence to have luck, but you do need luck to have intelligence.
126.
Your friend has a friend, and your friend's friend has another friend -- so know when to keep quiet.
127.
Your friend has a friend; don't tell him.
Those are clever and touching quotes.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68.
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.
76.
77.
78.
79.
80.
81.
82.
83.
84.
85.
86.
87.
88.
89.
90.
91.
92.
93.
94.
95.
96.
97.
98.
99.
100.
101.
102.
103.
104.
105.
106.
107.
108.
109.
110.
111.
112.
113.
114.
115.
116.
117.
118.
119.
120.
121.
122.
123.
124.
125.
126.
127.
Those are clever and touching quotes.
Langganan:
Postingan (Atom)