Iklan

Kamis, 29 Maret 2012

Bintang

Hai Bintang yang seharusnya dekat denganku.
Apa kabarmu?
3 tahun telah berlalu
Dan belum kusampaikan perasaanku padamu
Jangan salah sangka, bukan buah nangka atau buah semangka
Juga bukan angka-angka, kalian jangan berprasangka
Bintang ini bukan bintang sebaya, namun bintang yang sudah tua
Bintang ini adalah bintang yang menciptakan aku
Dari bibit bintang yang ia punyai
Sehingga ku tumbuh sehat dan besar seperti sekarang ini

Bintang yang seharusnya dekat namun jauh
Aku penasaran dengan dirimu
Bagaimanakah asal usul mu?
17 tahun telah berlalu dan hanya sedikit yang kutahu
Tentang dirimu maupun sifatmu
Andaikan aku lebih mengerti dirimu
Daripada hanya sekedar pulang dan pergi mu dari rumah kita
Hanya sebatas tahu apa yang sedang kau kerjakan
Dan hanya tahu apa yang kau paksakan
Kepadaku, seperti biasa kau suka tiba-tiba memaksa
Dengan ancaman dan hukuman
Yang selalu kau beri padaku semenjak ku masih kecil
Demokrasi sudah kau bakar dari kamusmu
Otoriter adalah sikapmu
Dan kau heran kenapa aku takut padamu?
Tapi sekarang sudah beda
Rasa cinta tidak lagi sebesar dulu
Karena setelah kuingat-ingat kejadian di masa lalu
Ku sadari bahwa caramu tidak sepantasnya kau lakukan kepadaku dulu
Walau kau bermaksud mendidikku tapi semua yang kau perbuat padaku membakas di hati
Apakah ingatan ini akan kubawa sampai mati?

Aku sadari kau salah
Dan kini aku membuat jalanku sendiri

Rabu, 14 Maret 2012

Skill nggambar

Akhir-akhir ini aku jadi suka nggambar dengan digital painting dan mencoba menggambar realis..
Susah sih... Untuk digital painting aku masih suka bingung cara maduin warnanya. Untuk realistic drawing aku sudah bisa dikit-dikit yang penting tahu teknik-tekniknya. Ini beberapa contohnya:


Ini gambar realis dari Angelina Jolie. Tidak mirip ya? :P maaf, aku belum selesai, tapi kira kira baru seginilah progress ku :)

Kunci gambar realist terletak pada permainan gelap terang pensil :)

Untuk digital painting, aku berencana untuk ikut lomba desain karakter. Rencananya karakterku itu gini


Inspirasi dari Dragonite-nya Pokemon. Ular yang punya elemen.

Ayam yang punya tangan

Baru begini yang bisa kudesain. Kuharap aku makin jago lagi ntar terutama dalam soal ngewarnainnya.

Kalo ini contoh yang aku buat untuk ngelatih painting dengan main warna:


Supaya semangat aku cari model-model cewek hehehe....
Baru gini sih bisanya. Masih bingung banget gimana caranya bikin kulit yang keliatan natural.

Minggu, 12 Februari 2012

Cinta

Aku rasa aku sudah terlalu dibutakan oleh cinta. Cintaku tidak mengenal jarak, tidak mengenal siapa. Padahal aku belum pernah bertemu dengan cewek ini, aku belum pernah mendengarnya berbicara, aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya tersenyum. Yang aku tahu hanya karakternya yang sangat kusuka dan wajahnya lewat foto. Dia bahkan bukan ras Indonesia.
Aku benar-benar tidak mengerti kenapa perasaan khusus bisa tumbuh untuknya.
Sungguh, cinta itu aneh. haha

Kau habiskan hidupmu untuk apa?

Kau habiskan hidupmu untuk apa?

Mungkin kalian punya jawaban masing-masing.
Dengar, selama kita hidup, kita diajarkan bagaimana caranya menjalani hidup ini.
Dari kecil kita disuruh sekolah supaya bisa dapat pekerjaan ketika dewasa.
Dengan polosnya kita ikuti apa yang mereka katakan.

Oh, apa yang baru saja kutulis? Kenapa malah membicarakan sekolah? Dengar, di perjalanan hidup kita lewati banyak hal yang meninggalkan kesannya masing-masing...kita punya kekuatan untuk memilih...memilih apa yang akan kita lakukan.
Perumpamaan kontradiktifnya adalah sekolah. Mungkin itulah sebabnya aku tadi berbicara tentang sekolah.
Kontradiktif bagaimana? Akuilah, kalau dari kecil kita semua disuruh untuk sekolah tanpa tahu benar apa manfaatnya belajar membaca dan menulis. Dengan polosnya mengikuti keinginan orang lain.
Sekarang, ketika kau sudah tumbuh dewasa, tidak ada yang bisa mengaturmu lagi.
Kau bertanggung jawab penuh atas hidupmu sendiri, bukan orang lain. Jadi,
apapun yang akan kau alami dan siapapun yang akan menjadi dirimu nantinya adalah konsekuensi dari perbuatanmu sekarang.
Bila kau malas, tanggung sendiri takdirmu nantinya.
Bila kau berdiri untuk sesuatu sekarang, mungkin kau tidak akan menyesalinya di kemudian hari.
Jadi, untuk surga atau neraka; untuk kaya atau miskin; untuk berhasil atau gagal; untuk bahagia atau sedih; untuk keramaian atau kesendirian; untuk cinta atau patah hati...semuanya pilihanmu sendiri.
Aku tak begitu mengerti tentang peraturan Tuhan jika kita memang sudah diberi jalan masing-masing untuk setiap aspek kehidupan kita.
Setiap dalil bercerita tentang konsekuensi-konsekuensi atas setiap perbuatan kita. Bahkan memberi kita arahan tentang apa yang seharusnya kita lakukan dan apa yang tidak seharusnya kita lakukan.
'Bila kita berdoa, maka kita akan bisa mengubah qodar kita', tapi 'Kita berdoa untuk meminta qodar itu sendiri telah di-qodar'.

...

Kalau dipikir-pikir lagi, kita memang tidak punya pilihan. Pilihan yang kita buat sendiri sudah merupakan ketentuan.
Dan berpikir lagi bahwa aku mendapatkan hidayah ini...dari sekian banyaknya manusia di bumi ini, mengapa aku harus mendapatkan hidayah ini? Kenapa? Kenapa Tuhan mempercayakan dan memberiku kesempatan untuk bisa masuk ke dalam surganya?
Dengan memikirkan hal itu, sudah cukup untuk membuatku bersyukur dengan sangat. Tapi,
entah kenapa aku merasa ada yang kurang padaku.
Tuhan...bila Kau sudah mengatur semuanya, tidakkah Kau merasa bahwa dunia ini tidak adil?
Apakah tidak kasihan orang-orang yang akan masuk ke dalam neraka untuk selamanya?

SELAMANYA...

Dan ketika itu ayat Mu berkata, "dan sesungguhnya apabila mereka dikembalikan lagi ke dunia maka niscaya mereka akan kufur kembali". TAPI, bukankah yang membuat mereka kufur itu Engkau ya Tuhan? Jadi, kenapa?

Begitulah yang kupikirkan. Jadi, lagi-lagi dengan perumpamaan 'SEKOLAH' kita menghabiskan waktu hidup kita untuk beribadah menurut agama yang kita percayai masing-masing. Kita dengan poosnya mengikuti apa yang mereka katakan, apa yang mereka bilang kita sebaiknya lakukan dan tidak lakukan. Kau mau bilang aku ateis? Tidak. Aku bukan ateis bukan juga orang yang setengah percaya setengah tidak. Aku percaya Tuhan ada. Kalau aku ateis berarti aku juga mengikuti apa yang orang-orang ateis katakan. Dan itu berarti aku tidak melakukan perubahan apapun.

Dengar, penjelasan bertele-tele diatas memang sepertinya tidak ada hubungannya dengan judul yang kubuat tapi cobalah berpikir, berpikir tentang apa yang ingin kau habiskan dalam hidupmu.
Kau bisa habiskan untuk menjadi seorang muslim yang taat, atau mungkin menjadi ateis yang bebas, menjadi sosialis, menjadi seorang kapitalis, menjadi tentara yang berperang di medan perang, menjadi penulis yang mengispirasi orang dengan cerita, menjadi penyanyi, menjadi guru, menjadi apapun yang kau inginkan. Ingat...selalu ada pilihan. Dan pilihan itu tidak akan memilih dirinya sendiri.
Kalau aku sih, tidak ingin lagi menghabiskan sisa waktu hidupku di dunia maya (baca: social media) seperti Twitter, Facebook... Aku sudah menghabiskan begitu banyak waktu, berjam-jam di depan laptop hanya untuk mencari kerjaan selagi nganggur. Hanya untuk mencari informasi tentang apa yang sedang terjadi di luar sana, yang notra bene tidak berpengaruh apa-apa terhadap kehidupanku pribadi.
Dengar, daripada aku terus menghabiskan waktu di depan laptop dan tidak mendapatkan apa-apa, sebaiknya aku berbuat sesuatu yang lain...sesuatu yang lebih berguna, sesuatu yang akan menambah nilai diriku mungkin di beberapa tahun kemudian. Kalau untuk pribadiku sendiri, itu adalah dunia seni rupa dan storytelling. Alasannya, karena selama bertahun-tahun hanya itulah yang kupikirkan. Yang selama ini aku impikan aku dapat lakukan...menjadi master di bidang tersebut. Mungkin beda dengan gairah kamu.
Jadi, setelah membaca post ini, pikirkanlah lagi...apa kau ingin kembali ke Twitter atau Facebook mu, atau kau ingin menciptakan sesuatu, apakah kau ingin mengubah dunia? Berguna bagi dunia? Daripada hanya menghabiskan energi bumi untuk makan dan untuk menjagamu tetap hidup...
Itu pilihan kamu. Jadi, pilihlah.

Bersyukurlah

Di kala kau merasa bahwa banyak yang memiliki harta yang lebih dibandingkan kau, ingatlah...banyak dari mereka yang di luar sana masih susah mencari makan untuk bertahan hidup.
Di kala kau merasa sakit dan merasa seperti tak memiliki daya apa-apa, ingatlah...banyak dari mereka yang sudah divonis akan meninggal oleh dokter namun masih bisa ceria.
Di kala kau merasa dirimu sebatang kara dan kesepian, ingatlah...banyak anak di jalanan yang mungkin tidak punya orang tua, bayangkan orang-orang yang hidup sendirian di gunung dan menyendiri, apakah mereka tidak lebih kesepian daripada kamu?
Di kala kau merasa selalu ada yang kurang dengan dirimu, bahwa kau seharusnya lebih bernilai daripada ini, ingatlah...banyak diantara kita yang bahkan memiliki kekurangan permanen, cacat mental atau fisik, tapi banyak juga yang masih berprestasi.
Di kala kau merasa seperti pecahan gelas karena hatimu patah oleh cinta, ingatlah...banyak diantara teman kita yang merasa lebih daripada yang pernah kamu rasakan.
Di kala kau merasa tidak bersyukur terhadap hidupmu, ingatlah...banyak orang yang hidup lebih sengsara dibandingkan dirimu namun masih bisa tersenyum.
Bagaimana bila inilah hidupmu yang paling pol? Pernah kau bayangkan bila mungkin inilah rezeki terbesarmu, dan sekarang kau bahkan minta lebih lagi tanpa bersyukur terlebih dahulu?
Dan ingatlah, orang yang bersykur itu merasa cukup dengan apa yang telah dimilikinya.

Kamis, 09 Februari 2012

Yerrio

Cerita 'Truth or Lie' yang tadinya mau kubuat jadi kubatalkan. Alasannya? Karena terlalu rumit dan akan memakan terlalu banyak waktu untuk menyelesaikannya. Aku tak mendapat konflik apapun yang cukup berat dengan tema 'kebohongan' itu.
Jadi aku beralih ke cerita yang pernah kubuat sebelumnya. Judulnya kayaknya "Yerrio". Ia adalah nama tokoh utama di cerita yang berkisah tentang seorang yang ingin menyelamatkan planetnya dari kehancuran.
Plotnya pun sudah tersusun rapi di otakku. Tinggal kubuat storyline-nya.

Belum bisa menyelesaikan cerita

Sudah sekitar 3 minggu aku mencoba untuk memantapkan ide cerita dengan tema 'kebohongan' ini. Tapi aku masih bingung dengan konflik yang akan kumasukkan. Apa yang bisa dijadikan masalah dengan kemampuan untuk berbohong tanpa ketahuan? Akan ga masuk akal kalau orang bisa bohong tanpa ada yang tahu.
Masalah yang akan kuangkat ingin sekali aku buat kompleks. Aku percaya aku bisa tapi masalahnya ada pada rasionalitas cerita. Aku ga bisa membuat cerita sembarang yang ga masuk akal. Dunia untuk cerita yang tidak masuk akal haruslah juga tidak masuk akal.
Solusinya: bikin konflik yang tidak terlalu banyak, cukup satu tapi cukup kuat untuk dibawa menjadi sebuah cerita.
Untuk itu aku akan terus memikirkannya. Sampai dapat.