Iklan

Sabtu, 28 Desember 2013

PLASTIC BAG? HMM…I DON’T THINK SO

Seperti yang kita semua tahu tahun 2013 akan segera kita tinggalkan dan tahun 2014 akan segera kita sambut. Jikalau begitu, adalah lumrah apabila kita merenungi semua amalan dan perbuatan kita setahun ini sebagai kontemplasi diri. Mungkin teman-teman akan merenungi amal ibadahnya, atau nilai-nilainya akademisnya, atau kenangan-kenangan indah/sedih teman-teman semua di tahun 2013. Tapi apakah teman-teman pernah merenungi tentang apa-apa yang teman-teman sudah pernah lakukan untuk bumi kita tercinta?
Bumi telah memberikan kita semua sumber daya yang kita butuhkan untuk menunjang kehidupan manusia. Air bersih, udara bersih, pohon, bahan bakar fosil, energi-energi terbarukan, makanan, adalah contoh hal-hal yang kita gunakan dan butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, apa balasan kita baginya?
Jika bumi dapat berbicara mungkin yang bumi inginkan dari kita adalah menjaganya. Menjaga kebersihan, ekosistem, serta flora dan fauna di dalamnya. Bumi telah banyak berubah akibat dari perbuatan manusia. Pemanasan global, punahnya beberapa spesies fauna, polusi air dan polusi udara, serta terciptanya sebuah area yang dipenuhi sampah plastik di Samudera Pasifik yang disebut sebagai “The Great Pasific Garbage Patch” seluas dua kali luas Texas menjadikan Samudera Pasifik sebagai tempat pembuangan sampah plastik terbesar di dunia.

20090804_065455_garbage_400

BY8As6ECEAAjA8e

Ironisnya, sampah-sampah (umumnya plastik) yang terbuang ke laut berakibat pada fauna-fauna yang lainnya. Biota-biota laut seringkali mengira bahwa plastik adalah makanan bagi mereka. Berikut adalah beberapa contoh akibatnya yang telah didokumentasikan oleh seorang fotografer:
Ternyata apa yang kita perbuat dan lakukan dapat memiliki dampak yang besar pada lingkungan. So, stop membuang sampah sembarangan. Jika tidak menemukan tempat sampah pada periode tertentu, bisa lah sampahnya di simpan dulu sampai menemukannya :)
Diantara semua sampah-sampah yang ada, ada sampah yang kaitannya sangat erat dengan kita. Setiap hari kita bercengkrama dengannya. Ia adalah kantong plastik. Namun, sebenarnya kantong plastik memiliki beberapa bahaya. Berikut adalah beberapa bahaya kantong plastik:
  1. Pembakarannya dapat menimbulkan zat-zat beracun dan berbahaya bagi manusia.
  2. Terurai lama, ada yang lebih dari 100 tahun, dan siklus pemakaiannya yang terlalu cepat oleh konsumen.
  3. Mengotori lingkungan, dapat menyumbat selokan dan badan air
  4. Bahan baku untuk memproduksikantong plastik adalah dari bahan kimia dan energi tidak terbarukan, seperti minyak bumi yang lebih baik digunakan untuk keperluan dasar lainnya.
  5. Faktanya satu orang menghasilkan 700 kantong plastik per tahun.
Waduh, dampaknya banyak juga ya. Tapi gimana dong kita kan belanja harus pakai kantong belanjaan? Tidak mungkin membawanya dengan tangan saja. Memakai kantong plastik sebagai tas belanja sih masih sah-sah saja, namun mungkin yang harus kita perhatikan adalah intensitas kita dalam memakainya. Terus, saya harus bagaimana dong? Beralihlah ke kantong belanjaan yang terbuat dari kain!
Untuk itu, tidak perlu modal yang besar kok. Kamu bisa membuat kantong belanjaanmu sendiri dari kaos oblong/T-Shirt yang kamu miliki. Caranya mudah, tinggal potong kedua lengannya, perlebar bagian lehernya, lalu jahit bagian dasar kaos. Maka kaos yang tadinya kayak begini:

553718_474334919351147_1540333226_n

Jadi kayak begini:

20131228_104515

Tenang, kuat kok! Buktinya udah diisi sama barang tapi masih kuat aja jahitannya. Kalau lepas ya tinggal dijahit lagi.

20131228_104652

Motifnya ya bisa kamu atur sesukamu. Terus kalau mau dimacem-macemin juga masih bisa kok.

Workshop-Reusable-Bag_AstraGreen

Mari kita kurangi penggunaan kantong plastik untuk dampak lingkungan yang lebih positif dimulai dari diri sendiri ~!

BacsZw_IMAADtUb

Kamis, 26 Desember 2013

Ekspresi Mikro

Hai~! Pembaca tentunya suka menonton film, kartun, atau tv series ‘kan? Beberapa contoh tv series adalah Heroes, Smallville, atau mungkin teman-teman suka menonton drama korea? Selain itu, ada juga tv series yang bertemakan crime scene, seperti serial “Sherlock Holmes”, “CSI”, atau “Lie to Me”.

“Lie to me” adalah sebuah serial televisi Amerika Serikat yang menceritakan tentang seorang konsultan detektif bernama Dr. Cal Lightman dalam memberantas kejahatan. Uniknya, dalam serial televisi ini, point of interest ceritanya tidak terletak pada daya analisis hebat yang dimiliki sang tokoh utama seperti pada serial Sherlock Holmes, namun point of interest serial TV ini ada pada kemampuan Dr. Cal Lightman dalam membaca emosi sang kriminal. Saking hebatnya kemampuan ia ini ia dapat mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak. Itulah sebabnya serial TV ini diberi judul “Lie to me” (Berbohonglah kepadaku), karena tidak ada yang dapat berbohong kepada detektif yang satu ini.
2166_lie_to_me_468
Dr. Cal Lightman
Bagaimana cara ia melakukannya? Jawabannya sederhana, yaitu dari bahasa tubuh dan ekspresi mikro yang diciptakan oleh sang kriminal tersebut. (Ekspresi mikro? Apaan tuh?) Ekspresi mikro (micro expression) adalah sebuah ekspresi super cepat yang manusia lakukan secara tidak sadar. Ekspresi mikro selalu menyatakan perasaan kita yang sebenarnya. Misalnya kamu dan teman kamu ikut audisi, lalu kalian mendapat sebuah berita bahwa temanmu lah yang berhasil lolos audisi, sedangkan kamu tidak. Maka kamu seketika merasa sedih. Namun kamu tidak ingin menampakkan wajah sedih tersebut, justru ingin menunjukkan wajah bahagia karena teman kamu berhasil lolos audisi. Kamu bisa saja berakting menampakkan wajah bahagia di depan dia, tapi untuk sepersekian detik setelah mendengar berita tersebut kamu pasti menampakkan ekspresi orang yang sedang sedih. Hal seperti itulah yang tertangkap oleh mata Dr. Cal Lightman dalam serial “Lie to me”.

Karena kejelian Dr. Cal Lightman dan tim ahli ekspresi mikro-nya ini, mereka sering diminta bantuan oleh polisi untuk membantu memecahkan masalah interogasi dan sebagainya. Walhasil, interogasi pun dapat dilakukan dengan lebih efisien. Misalnya, ketika menginterogasi seorang kriminal tentang suatu informasi, polisi dapat mengetahui kebenaran informasi dari mulutnya dengan lebih efisien karena Dr. Cal Lightman tahu informasi yang mana yang benar dan informasi mana yang bohong dari mulutnya. Tidak perlu penyiksaan dan sebagainya untuk mendukung interogasi.

Apakah ekspresi mikro ini benar-benar ada atau hanya fiktif belaka? Sebenarnya ekspresi mikro benar-benar ada dan sudah ada studinya. Paul Ekman adalah seorang psikolog yang meneliti tentang ekspresi wajah manusia. Ia melanjutkan penelitian yang dahulu pernah dilakukan oleh Charles Darwin. Charles Darwin menyatakan bahwa ekspresi wajah bersifat universal. Paul Ekman tertarik untuk meneliti pernyataan tersebut lebih lanjut sehingga ia pun melakukan penelitiannya hingga sampai ke Papua Nugini untuk membandingkan ekspresi wajah antara manusia modern dengan manusia yang hidupnya masih tertinggal. Walhasil, ia mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa baik manusia modern maupun manusia di Papua Nugini juga memiliki ekpresi wajah yang sama untuk setiap emosi tertentu, dan juga sama dalam menginterpretasikan perasaan orang lain melalui ekspresi wajah orang lain tersebut.

Secara garis besar, menurut Paul Ekman, ada tujuh ekspresi wajah universal yang merepresentasikan perasaan, yakni: perasaan sedih, senang, takut, marah, jijik/benci, terkejut, dan meremehkan. Masing-masing ekspresi tersebut menarik otot wajah yang berbeda satu sama lain, menghasilkan ekspresi wajah yang berbeda.

Ekspresi wajah senang ditunjukkan dengan tertariknya kedua bibir ke arah pipi. Namun terdapat perbedaan antara ekspresi wajah senang yang terkontrol dan ekspresi wajah senang yang sesungguhnya. Seseorang yang benar-benar merasa bahagia akan memiliki lipatan di samping matanya sebagai akibat dari naiknya otot kedua pipi ke atas, seperti dalam halnya ketika seseorang tertawa. Sedangkan seseorang yang tersenyum hanya untuk formalitas saja, akan menarik bibirnya kea rah pipi, namun tidak terdapat lipatan pada ujung mata karena pipinya tidak terangkat ke atas.

2012-10-23-images_mitt_romney_public_domain_951861027

Ekspresi wajah sedih ditunjukkan dengan turunnya kedua bibir ke arah dagu dan sayunya mata.

sad-people05

Marah ditunjukkan dengan mengecilnya bibir serta merapatnya kedua alis ke arah hidung.

anger-face (1)

Perasaan jijik diekspresikan dengan cara menaikkan otot hidung sehingga menimbulkan lipatan-lipatan diantara kedua mata bagian pangkal hidung. Perasaan jijik juga erat kaitannya dengan perasaan benci. Sehingga perasaan benci juga dieskpresikan dengan cara yang sama.

disgust2

Selanjutnya adalah perasaan terkejut, biasanya orang sulit untuk membedakan antara ekspresi orang yang sedang terkejut dan orang yang sedang ketakutan. Sebenarnya ekspresi kedua perasaan tersebut jauh berbeda, namun orang-orang sering salah menginterpretasikan bahwa ekspresi terkejut adalah perasaan takut. Ketika seseorang terkejut, kedua alisnya naik ke atas.

faces_1

Sedangkan ketika seseorang ketakutan, kedua alisnya hanya naik pada bagian ujung yang dekat dengan hidung sehingga kedua alis tersebut merapat. Bedanya dengan ekspresi marah adalah, jika marah kedua alis tersebut akan turun, maka dalam ekspresi terkejut, pada bagian dimana kedua alis merapat tersebut, alis justru akan terangkat ke atas.

fear

Ekspresi dari perasaan meremehkan sangat sederhana, cukup melihat apakah ia tersenyum hanya dengan mengangkat satu bagian bibir saja atau tidak. Misalnya, bibir bagian kiri saja yang tertarik ke arah pipi, yang kanan  tidak. Atau hanya bibir sebelah kanannya saja, sedangkan bagian kirinya tidak. Jika iya, maka artinya ia mengeskpresikan perasaan meremehkan terhadap sesuatu.

contempt-face-on-actor-lie-to-me

Masih banyak ekpresi wajah di dunia, bukan hanya tujuh. Namun, yang utama adalah ketujuh ekspresi wajah yang telah disebutkan di atas.

Senin, 07 Oktober 2013

Jogja ---> Kediri ---> Surabaya (?) (pt.2)

Sehari sebelum berangkat ke Kediri gue masih belum dapet tiket. Meski itu tiket kereta ataupun tiket bus. Gue yang ditinggalin sama Ocid tiap hari pun ga bisa ngandelin tu bocah satu. Jadi gue pun memutuskan untuk meng-sms dan meminta tolong pada Dendi yang setia menemani hari hari gue di Jogja. Pertama kita ke Indomaret, tapi di sana ngasih tau kita kalau tiket kereta untuk pergi pagi sampe siang udah habis. Gue maunya berangkat di siang hari, bukan malem hari. Plus harganya emang mahal banget. Jadi kita ke terminal. Di terminal pun ga ada tiket menuju ke Kediri. Untungnya orang terminal situ ngasih tau kita kalau ada yang jual tiket buat ke Kediri tapi jauh tempatnya ada di Jalan Jogja-Solo. Jalannya jauh banget tapi Dendi pun mau nganterin gue kesana. Setelah itu kita pulang.

Besoknya gue dan Fauzi berangkat pagi-pagi ke tempat busnya bakal jemput gue (di Jalan Jogja-Solo), tidak lupa berpamitan sama temen-temen lewat sms dan LINE. Di dalam bus gue duduk sebelahan sama orang yang mau ke Malang. Rupanya dia rombongan pergi bareng bareng temen temen kerjanya kesana. Malang merupakan kampung halamannya. Orangnya ramah, gue cerita adik gue juga baru masuk kuliah di Malang. Lalu kami cerita cerita soal bola gitu. Gue cerita dikit tentang bobotoh, dia tentang bonek.

Sesampainya di Kediri, gue clingak clinguk bahkan ketika masih di bus. Gue lagi nyari taxi, atau angkot, atau ojek. Pas banget gue ada yang nyamperin. Gue kira naik mobil, eh sekalinya pas, dia bilang tukang ojek. Pas lah, pasti ga terlalu mahal gue pikir.

"Berapa pak?
Biasa lah dek, dua puluh ribu...
Oke pak."

Dia nanya gue mau ke mana. Gue jawab, 'ke mesjidnya LDII pak'. 'Oooh LDII', jawab dia. Seperti kebanyakan orang Kediri sudah terbiasa dengan ormas tersebut. Jadilah gue dianter sampai pintu belakang (pintu selatan) dari pondok pesantrennya. Begitu gue turun gue langsung sms temen temen minta dijemput. Gue bilang, gue lagi di pintu selatan. 'Oh, iya mas tunggu', kata temen gue. Kebetulan dia emang lebih muda dari gue jadi manggilnya mas. Gue nyampenya itu sebelum maghrib. Lalu kita makan soto. Hmm, oke, rasanya tidak terlalu enak, standar, banyak lemaknya, porsinya kecil, dan harganya mahal. Kombinasi yang pas untuk tidak tinggal di Kediri hahaha. Serius, dari seminggu gue tinggal di Kediri waktu itu, cuman nasi pecel doang yang murah! Sisanya makanannya itu mahal mahal, mana rasanya biasa aja lagi...heeeeh...

Mungkin lo pada nanya gue ngapain ke Kediri. Gue di sana waktu itu asrama Al-Quran di Pondok Pesantren milik LDII. Jadi di sana setiap bulan Ramadhan ada yang namanya asrama Al-Quran. Kita diajarkan dan dikajikan Al-Quran agar mengerti isi kandungannya. Bukan hanya dari segi terjemahan, namun juga tafsirnya. Walaupun gue cuma seminggu doang disana, yang artinya hanya dapat 7 Juz, tapi gue seneng. Gue ketemu temen-temen baru. Dan di sana isinya cuma ketawa-ketawa doang. Apalagi ketika yang mengimami sholat Tarawih nya bacaannya enak didengar.

Sayang, hanya seminggu yang bisa gue rasain di sana karena ada urusan yang harus gue datengin dan gue pikir harus gue siapin di Bandung. Pada hari kedelapan Ramadhan, gue berangkat naik becak ke Stasion Kediri. Kereta gue berangkat jam dua siang. Gue duduk di sebelah seorang mahasiswa juga. Dia menyapa duluan. Sebut saja N. Dia ternyata dari Pare, menuntut ilmu Bahasa Inggris. Ini kedua kalinya ia kesana. Katanya suasana di sana itu enak.

Sudah jam dua siang tapi pintu gerbang masih belum dibuka. Lalu akhirnya dibuka, dan gue langsung tanya ke petugas di mana keretanya. Katanya masih ngurus gerbongnya. Oke, jadi gue dan N duduk menunggu kereta disiapkan sambil ngobrol-ngobrol. Dan gue cerita bahwa gue habis dari asrama Quran alias mondok gitu.

'Lirboyo?', tanyanya
'Enggak. LDII', jawab gue

Dia ngeliat celana gue, dan dia bilang 'ooo iya hahaha'. Dan gue pun ikut tertawa. Dia hanya senyum senyum. Gue pun ngerasa santai karena ia menerimanya dengan santai pula. Kereta datang dan kemudian kita berdua naik ke atas kereta, mencari-cari tempat duduk kita berdua. Kebetulan kita memang duduk bersebelahan. Gue di gerbong 3 kursi 5a, dia di gerbong 3 kursi 5b. Sepanjang perjalanan kita berdua hanya diem-dieman dan tidur. Perjalanan terasa lama. Kemudian ada dua mahasiswi yang naik kereta dan duduk di depan kita. Perjalanan pun masih berlanjut. Hingga akhirnya gue dibangunin sama petugas dan diminta kasih lihat tiketnya. Tiket gue udah gue kasihin dan udah ditandain juga sama dia. Sekarang giliran si N. Dia kasih lihat tiketnya, lalu petugasnya bilang, 'kasih tiket yang bener mas'. Sontak dia pun kaget. Gue kira dia ngasih tiket waktu dia ke Pare.

Tapi dia ngotot bilang 'Itu tiketnya mas. Ini kereta Kahuripan kan?'
'Lain, ini kereta Lapindo', jawab si petugas.

JADI, KITA SALAH NAIK KERETA?!?! Sontak gue pun langsung tertawa terbahak bahak. Ga bisa gue bayangin kebodohan gue sama si N yang bisa bisanya salah naik kereta. Gue pun bilang ke dia, "kita bego banget ya? hahaha". Dia pun bilang kalau tadinya dia pengen ngajak ngobrol pria yang tadinya masih duduk di depan kami, tapi tidak dilakukan. Walhasil, kami berdua pun tidak tahu menahu tentang kereta Lapindo yang membawa kami ke Jawa Timur ini.

"Yaudah, nanti di sana (di stasion Surabaya) kita beli tiket pulang lagi. Gue masih ada duit kok.", kata gue.

Tidak disangka-sangka, salah seorang dari dua mahasiswi yang tadi gue ceritain duduk di depan kami pun langsung ngasih tahu kami kalau dia barusan ngubungin ibunya, dan kata ibunya kereta malam buat ke Bandung dari Surabaya nggak ada. Gue pun bingung dan bertanya dalam hati apa maksud dari pembicaraan cewek ini.

"Saya punya temen di Surabaya, kalau mas mau mas bisa nginep di rumah temen saya itu".

EBUSEEEET??? Yang bener men? Ini kenapa tiba-tiba malah ditawarin tempat tidur sama cewek lagi? Niatnya baik bener, tapi dia gak risih apa ya ama cowok yang baru dikenalnya?

Gue lupa nyebutin nama mereka ya? Sebut saja si cewek yang barusan ngomong tadi si 'S', dan temennya 'E'. Mereka kuliah di Universitas yang sama. Kayaknya udah temen lama. Dengan ditawarin tempat tinggal begitu, kami berdua pun ngerasa gak enak. Dan kami bilang "gak usah, mbak".

Sesampainya di stasion Surabaya, kami berdua clingak clinguk mencari jadwal keberangkatan buat ke Bandung. Tapi, seperti yang diceritakan si 'S', nggak ada kereta buat ke Bandung dari Surabaya di malam hari. Dengan tidak ada pilihan lain, akhirnya kami berdua memutuskan untuk mau menerima ajakan si S untuk nginap di rumah temannya. Sebelum kami berangkat menuju rumah temannya tersebut, kami mampir di sebuah rumah makan terlebih dahulu. Tapi lagi-lagi kebaikan kedua orang mahasiswi ini pun membuat mata gue melotot.

Mereka yang bayarin makan kita berdua!

Padahal gue sama si N mau bayar sendiri aja. Udah gitu kita naik taxi menuju rumah temannya si S, sebut saja mas 'D'. Rupanya mas D memiliki sebuah rumah praktik. Sepertinya mas D ini dari keluarga dokter. Kami berdua disuruh nginap di rumah praktiknya. Rumah praktiknya kosong. Yaiyalah orang malam hari juga. Sesampainya disana si S dan E membuat kami berdua semakin tertegun dengan memaksa agar merekalah yang membayar taxi. Semakin tidak enak hati saja kami berdua. Kok ada orang kayak begini, pikir gue waktu itu. Mereka cabut.

Selama beberapa saat gue sama si N ngobrol-ngobrol dan saling menceritakan tentang diri kami berdua. Gak lama kemudian gue di-sms sama mas D kalau mbak S dan mbak E mau balik lagi ke rumah. Gue pikir mau nemanin ngobrol atau apa lah. Gue udah cukup dibuatnya terheran-heran dengan kebaikannya, sampai gue gak tahu lagi dia mau ngapain lagi kesini. eh rupanya dia balik lagi itu nganterin makanan buat kami berdua sahur! Masya Allah... Gue cuma bisa bilang makasih dan makasih. Si N sampai gak tahu lagi mau ngomong apa lagi saking seringnya bilang 'makasih, ya'. Kami berdua pun memutuskan kalau nanti ketemu lagi sama mbak S dan mbak E kita harus balas budi.

Akhirnya malam itu gue dan N habisin buat ngobrol-ngobrol. Gue gak akan lupain hari dan malam itu. Pengalaman yang aneh tapi berkesan hahaha. Kebetulan si N ini orangnya suka mencari-cari tahu tentang masalah agama gitu. Dan dia pun nanya-nanya tentang LDII itu gimana, apa benar kita mengepel mesjid kalau ada orang luar LDII yang sholat di mesjid kami? Gue pun mengklarifikasi bahwa semuanya itu bohong dan tidak benar adanya.

Besok pagi-pagi kita berdua balikin kunci rumah ke mas D dan naik taxi ke stasion. Kali ini kami berdua bayar sendiri (haha). Dan untung sesuai sama perkiraan kami berdua, tiket untuk menuju ke Bandung masih banyak. Setelah kami beli tiketnya kami akhirnya naik kereta menuju Bandung. Kali ini keretanya benar haha.

Akhirnya gue sampai di Bandung di malam hari dan gak akan lupa sama pengalaman tak terlupakan gue kemarin-kemarin.

Minggu, 18 Agustus 2013

Jogja ---> Kediri ---> Surabaya (?) pt.1

Tanggal 3 Juli 2013 gue berangkat naik kereta kahuripan ke Yogyakarta.
"Mau ngapain lo ke sana ya'?"
Jawabannya adalah gue ingin melihat acara pameran seni rupa.
Ya, betul. Awalnya sih mau datangin satu pameran besar di sana, namanya ArtJog2013 yang dibuka pada tanggal 6 Juli 2013.
Eh tahunya pas gue twitteran di dalam kereta, gue ngeliat ada 2 pameran lain. Yang pertama pameran agraris (nanti gue kasih lihat foto-fotonya) sama FKY (Festival Kesenian Yogya).
Yaudah deh, gue niatin untuk datengin ketiga-tiganya.
Gue suka sesuatu yang berbau kesenian, dan juga emang suka traveling, biarpun masih dalam pulau Jawa, Bali, Lombok, sih. Tapi suatu saat gue ingin keliling Indonesia. Semuanya gampang sih kalau ada duitnya hehehe.

Alay sih foto diri sendiri di dalam kereta tapi ya so what lah haha
(ngambilnya juga nyuri-nyuri karena malu sama orang)

Singkat cerita gue nyampe di Yogya subuh-subuh dan dijemput Ocid (temen sekosan yang lagi Kerja Praktek di Yogya). Emang pas banget ada Ocid yang bisa menyediakan gue tempat tinggal gratis selama hidup di sana. Hari pertama pun gue langsung ditinggal Ocid pergi KP, dan gue pun memutuskan untuk menghubungi teman-teman SMA gue. Kebetulan anak SMA 1 Samarinda banyak juga yang kuliah di Yogya. Yaudah deh jalan-jalan haha. Gue dijemput sama Ine dan Debe (temen sekelas gue dulu dari kelas XI sampe XII), dan seorang lagi namanya Aya, temen kampus mereka. Tujuan kami adalah rumahnya Suli. Suli ternyata pelihara kucing-kucing Persia.


Ine dan kucingnya Suli
Gue ditanyain mau pergi kemana hari ini. Gue jawab "ke pameran!". Karena gue suka hunting ke pameran-pameran (kalau ada waktu, dan ada duitnya :P). Pameran apa itu? Well, sebenarnya di sini (Yogya) aslinya gue cuman pengen dateng ke ArtJog2013, tapi karena pas di kereta gue ngeliat ada dua pameran lagi (kayak yang gue ceritain di atas), yaudeh gue ajak mereka kesitu aja dulu, soalnya ArtJog nya sendiri baru dimulai dua hari lagi. Yang pertama mau kami datengin itu Pameran Seni Agraris. Dari posternya keliatannya bagus nih acaranya. Memang sih detail acaranya gak dicantumin bikin gue gak tahu bakal ada acara apa aja yang bakal ditampilin, tapi, helloo? you're in Yogyakarta now! Gak usah mikir bagus apa nggak, yang penting dateng aja dulu. Ternyata tempatnya lumayan jauh, jadi kita singgah buat makan dulu.

"Makan dimana kita?" tanya Suli
"Jejamuran tuh enak banget!" gue bilang.

Yowes dah kita ke 'jejamuran'. Bagi yang belum tahu, cobain deh resto yang satu ini. Waktu dua tahun yang lalu gue pertama kali kesini, rasanya enak banget. Tapi, pas kemarin banget itu rasanya biasa aja. Mungkin karena menu yang gue pilih kali ya, bisa jadi... Di resto ini menunya kebanyakan menu jamur, seperti yang terlihat dari nama restonya. Kelar makan siang, kami langsung cao ke 'pameran seni agraris' yang kami harepin bakal keren.

Tapi...kok jalan masuknya sempit dan sepi banget? Aduh, udah mencurigakan ini, kami pikir. Dan lebih bagusnya lagi, setelah kami sampe disana, ternyata pamerannya belum buka! hahaha... Bukanya itu baru entar malem. Dan acara pertamanya adalah baca puisi -_-
Duh, bukannya menyepelekan seni puisi dan prosa, tapi gue kurang tertarik dengan sastra. Gue dan temen-temen gue ngeliat rundown acara, dan yahhh sepertinya kami kurang tertarik. Ini terlalu "seni". Jiwa seniman gue belum sampe ke tingkat seniman-seniman yang ada disini. Jadi, ini acara memang dibuat oleh para seniman di dalam komunitas tersebut. Gue lupa nanyain nama komunitasnya. tapi karya-karya nya keren-keren. Gue masuk aja deh ke dalem, terus gue foto-foto dan tanya-tanya gitu soal sejarah berdirinya ini komunitas. Gue lupa detailnya, tapi kalau gak salah udah lama, terus sekarang udah dilanjutin ke generasi keduanya gitu. Tempatnya juga kecil sih untuk ukuran pameran. Gue sempat ragu apa bakal ramai ya? Tapi ya ini adalah acara mereka, and I think it's fine as long as they enjoy it. Yang nggak banget itu mau ada acara dangdutan! What??? hahaha


Seperti robot yang dikasih komdom di sekujur tubuhnya o.o

Gue bayangin gimana jadinya ya kalau Vespa-nya Doni dikasih lukisan kayak gini

Be, be... gue tahu lu emang rela nyangkul demi sesuap nasi tapi gak kayak gini juga

Ini poster yang keren banget menurut gue. Sayang gue lupa nama yang bikinnya -_-

Cukup abstrak hmm...

Wah! Mirip sama lukisan Monalisa!

Ini keren. Bikin gue inget sama komik Soul Eater


Ini dibikin diatas kain setinggi 2,5 meter kira-kira

Zoom in...

Intinya tentang aspirasi masyarakat
Teknik pembuatannya bukanlah dengan cara melukis langsung diatas kain tersebut namun para seniman ini mengukir diatas kayu yang kemudian diberi tinta lalu dicetak di atas kain tersebut. Seperti teknik percetakan pada zaman dahulu.

Ini kreatif


Apa ini?? Apa di masa depan akan ada Nabi bagi para hewan?!


Nah, sekarang setelah dari pameran yang belum buka kami mau menjemput temen kami yang lain, si Dendi. Akhirnya gue nggak jadi yang paling cantik di dalam mobil! Eh, ternyata kosannya si Dendi itu cuma beda blok sama kosannya si Ocid hahaha. Gue ngerasa kayak dianter pulang. Kami lanjut cabut ke FKY (Festival Kesenian Yogya) soalnya tadi kan kayak belum diangep jalan-jalan hehe. Kata Ocid sih FKY biasa aja. Tapi kita gak tahu kalau belum lihat sendiri.

Foto dulu di pintu masuk

Gak tahu kenapa dari dulu gue selalu mejem tiap difoto. Heran dah

Karena mata gue tadi mejem, kita foto ulang. Kali ini nggak mejem lagi dong

Gue ngerasa ini keren aja hahaha


Pentas seni musik tradisional

Anak ini lucu


Kita mulai keliling-keliling untuk melihat-lihat

Lucu nih buat kado pacar



Tiba juga di makanan tradisional section

Di ibu ini kita beli makanan (cemilan) tradisional



Sambil nugguin ine ngantri beli makanan, gue sama yang lain duduk-duduk sambil merhatiin orang lalu lalang

Foto di backdrop dulu, bah


Ini pas kita nyobain makanan tradisional. Kasian Ine, ngantrinya naujubillah lamanya haha. 


Agak kurang bagus karena kameranya :(

Habis dari FKY, kita ke "Sepiring", tempat makan gitu buat ngumpul bareng yang lainnya lagi. Nambah orang nih, ada Eko, Ricky, Bunga, sama Fadhol. Lucu juga ngebayangin ketemu Fadhol lagi di sini. Soalnya bulan April kemarin kita ketemu di Jakarta. Emang ini anak suka pindah-pindah. Katanya sih dia lagi kerja di Yogya...hmm...

Oke, hari pertama bareng Suli, Ine, Debe, Aya, dan Dendi udahan. Gue dianter pulang, dan besoknya gue jalan-jalan lagi doong. Kemana dan sama siapa? Bukan bareng Ine dan yang lainnya lagi. Tapi bareng Fauzi, temen sekosan gue yang emang orang Yogya, sama Fadhol. Kemana kita? Mungkin buat kalian tempat ini bakalan membosankan...ya! Yaitu ke Museum Affandi! hahaha. Apa menariknya ngeliat-ngeliat lukisan? Mungkin itu yang ada di pikiran kalian. Tapi, karena tema jalan-jalan gue kali ini adalah "wisata seni", yaudah gue cobain aja kesini, walaupun ini gak ada di rencana awal gue.


Ini lukisan "Ayah" dari Bapak Affandi. Sebenarnya beliau belum pernah melihat Ayahnya,
jadi ini hanya hasil dari imajinasi Bapak Affandi saja 

Perlu diingat bahwa Bapak Affandi hidup di zaman penjajahan dan hal itu
membuatnya sulit mendapatkan secarik kertas utuh pun. Tapi Bapak Affandi
tidak menyerah, ia mengakalinya dengan menyambung kertas-kertas yagn sobek


Ini lukisan favorit gue

Lukisan ini menceritakan kesedihan ibunda Bapak Affandi yang akan
ditinggal pergi oleh anaknya. Ia melukiskan kesedihan ibunya diatas

Ternyata Bapak Affandi memiliki mobil. Cukup keren juga





Bapak Affandi yang kanan yang seperti sedang menjelaskan sesuatu itu

Bersama Bapak Ir.Soekarno

Sepertinya menyenangkan sekali melukis ramai-ramai di atas kanvas besar

Ini poster yang dibuat oleh Bapak Affandi untuk membangkitkan semangat
para pahlawan pada masa itu

Bapak Affandi adalah orang yang suka merokok


Beberapa penghargaan yang ia pernah dapatkan

Bahkan ada sendal jepit hahaha

Piagam-piagam pernghargaan


Ini makam Bapak Affandi beserta istrinya yang berada diantara Gallery 1 dan 2 di Museum Affandi
Gallery 1 penuh berisi dengan karya-karya Bapak Affandi, namun Gallery 2 berisi karya-karya para seniman zaman sekarang yang diperjual-belikan. Yah Gallery 2 jadi semacam tempat pameran lah gitu.


Warnanya pastel sekali. Memang benar-benar terasa zaman sekarangnya




Kayak miniatur New York

Ini keren! Menyatukan beberapa bidang lukis menjadi satu (dipaku) yang warnanya beda-beda!

Yang kecil-kecil itu sebenarnya gambar perahu-perahu tapi kamera hape gue gak sanggup.
Mungkin lain kali gue harus bawa kamera poket

Agak nyeremin ya

Ini nih pernah gue pelajari dulu pas semester 1 kuliah. Ilusi Optik!

Mbak, tolong pake baju ya

Biasaaa anak kos

Keren gak ketulungan!
Dari Gallery 2 kita pindah ke Gallery yang selanjutnya. Ini Gallery berisi karya-karya dari anaknya Bapak Affandi

Fadhol mau tidur disitu


Keliatan kan kalau cat yang digunakan banyak sampe-sampe naik gitu

Sesuatu yang digambarkan dari bawah pasti memberikan efek "besar" dan"wah"

Motion dan emosi marah nya dapet
Sebenarnya setelah dari Gallery ini kami pergi ke satu Gallery lagi di mana di sana terdapat lukisan anak-anak Affandi dan juga "Lukisan Rajutan" dari istrinya. Di sana juga terdapat video Bapak Affandi ketika sedang bekerja, tapi sayang kami tidak diperkenankan untuk mengambil gambar.
Setelah puas melihat-lihat kami bertiga beristirahat di bagian tengah Museum.



Ada satu hal yang disadari oleh Fadhol sadari. Yaitu, Bapak Affandi sepertinya adalah orang yang cukup narsis haha. Kalau lu ke Museum Affandi lu bakal ngeliat banyak lukisannya yang merupakan wajahnya sendiri. Saat Fadhol bilang begitu, gue jadi nyadar, "iya juga ya...", begitu kata gue waktu itu.

Fauzi belum foto-foto, jadi gue temenin deh foto-foto dulu. Kasian orang Jogja tapi belum pernah ke Museum Affandi haha.









Foto di samping lukisan favorit dulu










Hari kedua pun selesai. Besok-besoknya gue sakit selama dua hari jadi gak kemana-mana dulu. Tapi, gue paksain buat ke ArtJog2013 pagi-pagi. Berangkat bareng sama Dendi ke Taman Budaya (tempatnya) dan harus balik lagi karena ternyata belum dibuka acaranya, haha. Acaranya baru akan dibuka pada malam hari itu. Yaudah deh kita muter balik dan gue diajak Dendi makan Sate Klatak Pak Pong. Tempatnya cukup jauh, kira-kira ada setengah jam lebih perjalanan kesana. Gue emang gak ngambil gambar pas di sana, tapi masih ada Google :D
Jadi, ini contohnya...

Ini tempatnya
Dalemnya emang cozy
Kayak gini nih
Buat yang belum tahu sate klatak itu sate dari daging kambing yang ditusuk di besi. Kata Dendi dia sama temen-temennya suka ke sini tiap habis kuliah, dan satu orang itu bisa pesen 3-4 porsi bahkan lebih. Itu perut apa gentong? Gue pesen satu aja udah kenyang. Enak lah, recommended kalau lu ke Jogja mesti nyobain sate klatak!

Nah, habis itu besoknya baru gue sama temen-temen gue beneran ke ArtJog. Sebelum gue besoknya ngelanjutin perjalanan gue ke Kediri.

Ini foto-foto pas lagi ArtJog2013...


Ini bagian depan dari Taman Budaya. Emang sengaja disusun seng-seng
ini berbentuk sebuah kapal karena temanya kan maritim.
Pertama kali gue ngeliat susunan seng-seng ini gue ragu apa bener ini tempatnya, tapi setelah gue ngerti bahwa temanya adalah maritim gue jadi paham bahwa maksudnya adalah membuat Taman Budaya di dalamnya sebagai Kapal yang berisi karya-karya maritim. Di bagian halamannya juga dibuat sebuah Ambient Media ekor ikan paus. Semakin mengesankan bahwa Taman Budaya adalah sebuah Kapal diatas lautan.

Pas gue ketemu mereka, kita foto dulu di bagian depannya






Lucu ya....hahaha. Nah sekarang kita tengok bagian dalamnya...

Foto dulu begitu baru masuk

Ini penjelasan tentang tema yang diambil

Keren idenya out of the box. Mobil kodok terbalik bisa jadi perahu?

Ini sih aslinya dayung-dayung kecil itu bisa bergerak gitu. Tapi kami dilarang mengambil video.
Pake apa ya itu tenaganya? Baterai atau ada colokan listriknya? Gue gak merhatiin :/



Ingat film Ghost Ship?

Ini juga aslinya bisa bergerak gitu tapi...
"No videos!"
-___-

Go Go Power Rangers! (Ranger Merah) Sebenarnya gue bingung hubungannya
Dinosaurus sama maritim apaan ya? o.O 

Ini fantastis!

Wow! Big Foot!

Ini kerjaan Hesty kayak gini pasti hehehe





Lukisan lho

Ayo ini gambar apaan? Tebak... nanti gue kasih tahu jawabannya di bagian akhir hehe




Kedua note di atas adalah sebuah komentar dari...entah siapa. Tapi, isinya adalah buah-buah pikiran dari orang-orang yang protes akan ketidakadilan sosial. 



Note-note itu diikat di alat-alat musik ini. Meskipun menurut gue gak ada hubungannya sama tema maritim, tapi idenya unik. Gue pegang-pegang itu note supaya gue gampang bacanya...eh, tiba-tiba ada petugas di belakang yang ngasih tahu gue supaya jangan dipegang. Kita harus benar-benar menghargai karya seni.


Ini kayak foto-foto yang diambil berkali-kali lalu dijadiin satu dengan mengatur opaciti-nya.
Tapi gak tahu sih aslinya teknik pembuatannya gimana


Haha

Ini nih gue pernah lihat tutorialnya di buku Photoshop tapi gak gue baca juga gimana caranya.hehe

Perahu dari potongan buku-buku?! Wow! Motongnya pake apaan ya?

Keenam karya ini ditaruh di kamar tersendiri dan sepi. Rada eksklusif juga

Ini salah satunya kalau dilihat dari dekat
 Jadi keenam karya itu masing-masing mempunyai dua sisi. Sisi yang satu adalah sebuah ilustrasi dan sisi yang satu lagi berisi tulisan. Dan tulisan-tulisan itu bukanlah tulisan yang artinya manis, tapi kayak "Pencuri", "Pemerkosa", "Pembohong", dan sebagainya. Ilustrasinya juga menyeramkan.


Ini karya yang paling menyenangkan menurut gue. Semuanya bisa gerak!
Tapi sayang gak boleh diambil video. Jadi di samping dindingnya ada sebuah tombol
yang bisa diputar (mirip dengan pemutar kipas angin), dan itu menentukan lamanya karya ini bergerak.
Keren!

Hayo jangan buang sampah sembarangan, ntar lautnya kotor lho

Pernah baca komik "Omega" nggak? Kalau belum, coba baca,
ada karakternya yang mirip sama ini

Ini tirai kan?

Ups..salah! Ternyata itu kayu yang diukir mirip tirai!

Ini kain kanvas yang dibuat bergelembung dan membuat ilustrasi Dugong.
Gue gak tahu gimana cara buatnya

Nelayan dapat banyak ikan!


Ini rak-rak yang dilukis peta dunia dan berisi rempah-rempah

Ini rempah-rempahnya. Tiap rak berisi rempah khusus

Di belakangnya tepat ada tulisan(keterangan) tentang rempah apa ia sebenarnya.
Dan ada lubang untuk kita mencium baunya






Ini adalah karya stop motion. Yang ada di atas meja itu adalah benda-benda yang
dipakai dalam stop motion ini.

Suroboyo!






Ini gambar kepiting!
Jadi gitulah perjalanan gue di Jogja tahun ini. Besoknya gue lanjut ke Kediri...